Apa sih, definisi normal yang sesungguhnya di tahun 2023 ini?

 

Gak pakai masker ke mana-mana? Atau pergi ke kantor seharian, menghabiskan waktu pagi dan sore di jalanan? Atau wajib meeting tatap muka ke klien, di tempat dan waktu yang sama?

 

Terdengar seperti normalnya di era tahun 2019, ya. Di saat pandemi belum menyerang, dan kita belum mengenal istilah WFH lah, hybrid lah, atau bahkan meeting virtual dengan klien yang jaraknya berkilo-kilo meter jauhnya sama kita. Lebih tepatnya, di waktu-waktu sebelum COVID-19 merubah drastis gaya hidup kita.

 

Sekitar pertengahan tahun 2022, setelah melewati banyak cobaan yang disebabkan oleh COVID-19, kita beradaptasi dan berteman dengan gaya hidup baru. Jelas, karena dua tahun kita dipaksa belajar menjalani hidup dengan serba terbatas. Berpergian terbatas, bekerja terbatas, bahkan buat liburan pun terbatas. Dan setelah banyak hal yang berubah, ada mukjizat berupa vaksin yang punya kekuatan buat menangkal serangan virus yang menghebohkan seluruh dunia ini. Karena vaksin juga, jalanan kembali penuh, perkantoran mulai terisi lagi, dan masker mulai dianggap sebagai formalitas. Nggak butuh waktu lama buat kita orientasi ke kebiasaan lama kita.

 

Efek dari perubahan ini tentunya signifikan, ya. Walaupun ada beberapa aktivitas sehari-hari yang kembali ke kebiasaan kita dulu, tapi kebanyakan keseharian kita diisi oleh kebiasaan yang tumbuh semasa pandemi. Meeting online dan kerja sistem hybrid sudah jadi makanan sehari-hari seluruh kaum pekerja. Termasuk ke kaum pekerja industri kreatif. 

 

Fleksibilitas, adaptabilitas, dan versatilitas jadi hal yang kita latih selama dua tahun kita sembunyi dalam jeruji pandemi. Kita jadi semakin fleksibel menciptakan ini-itu dari manapun, mengkonsepkan berbagai campaign buat bervariasi klien, dan memproduksi ide untuk dieksekusi di berbagai bentuk media. Berkat dua tahun tersebut pula, #MainCantik bermetamorfosis menjadi lebih siap menghadapi perubahan dan memberikan perubahan.